Loading...

Beberapa Macam Tradisi Budaya Unik Indonesia yang Wajib di Kunjungi

- Desember 04, 2018

Terlucu.com - Beberapa Macam Tradisi Budaya Unik Indonesia yang Wajib di Kunjungi! Kepulauan luas Indonesia adalah rumah bagi banyak tradisi dan budaya. Dipisahkan oleh laut, masing-masing pulau memiliki bahasa, adat istiadat, dan gaya hidup mereka sendiri.

Tradisi Budaya Unik Indonesia dibentuk oleh penduduk asli serta pengaruh dari Cina, India, Eropa, dan Timur Tengah. Ini bervariasi dari tradisional ke kontemporer. Agama juga berdampak pada asimilasi budaya, menciptakan masyarakat yang paling beragam di dunia. Ketika menemukan Asia, jangan mengabaikan petualangan Indonesia yang menakjubkan. Pergilah ke pulau dan temukan keunikan dari 10 tradisi terbaik Indonesia ini.

Kebo-Keboan (Banyuwangi): Meminta Festival Hujan


Kebo-Keboan adalah tradisi unik lainnya di Banyuwangi, yang meminta hujan. Upacara selalu diadakan selama musim kemarau dan diadakan di semua desa Osing. Para peserta berpakaian seperti kerbau dengan mengolesi tubuh mereka dengan minyak dan mengenakan dua tanduk di kepala mereka. Penduduk setempat percaya bahwa seekor kerbau melambangkan kekuasaan. Para pria kerbau berbaris dan menari dengan gembira di sepanjang jalan.

Kasada (Jawa Timur): Panen Menawarkan Ritual


Menjelajahi Bromo tidak lengkap tanpa menikmati upacara Kasada tahunan. Itu selalu diadakan pada tanggal 14 Kasada (menurut kalender Jawa kuno) di Gunung Bromo. Tujuan Kasada adalah untuk mengenang pengorbanan Raden Kusuma (putra Jaka Seger dan Lara Anteng, orang-orang yang dihormati oleh penduduk setempat). Orang-orang Tengger akan membawa semua persembahan mereka (panen dan unggas) ke puncak dan melemparkannya ke dalam kawah. Sementara itu, beberapa pertunjukan seperti Jaranan diadakan di desa.

Rambu Solo (Sulawesi Selatan): Upacara Pemakaman Toraja


Rambu Solo adalah upacara pemakaman tradisional yang diadakan oleh orang Toraja. Tujuan dari upacara ini adalah untuk mengatasi semangat orang mati. Mereka percaya bahwa roh akan kembali ke surga, Puyo , dengan leluhur mereka. Ritual ini dimulai dengan penyembelihan hewan (biasanya kerbau dan babi). Status sosial tergantung pada berapa banyak hewan yang dikorbankan. Sorotan yang harus Anda lihat selama upacara adalah pertarungan kerbau, nyanyian, dan tarian garis.

Ngurek (Bali): Ritual Menyakiti Tubuh


Ngurek adalah tradisi Bali yang ekstrim yang diadakan untuk tujuan keagamaan. Para penyembah akan melukai diri mereka sendiri dengan menikam tubuh mereka dengan pisau tradisional yang disebut "keris." Selama ritual ini, para peserta dianggap memiliki kesurupan. Tradisi Ngurek atau Nguying bertujuan untuk melayani “Sang Hyang Widi Wasa,” dewa. Anda dapat menyaksikan tradisi unik ini di hampir semua desa di Bali.

Kapan Kita dapat Mengunjungi Tradisi Budaya Unik Indonesia?

Pasola (Sumba): Perang Peragaan Dengan Kuda


Pasola adalah salah satu upacara tradisional yang luar biasa dari masyarakat Sumba di Nusa Tenggara Timur. Itu selalu diadakan setiap tahun dari Februari hingga Maret. Tujuan dari tradisi adalah untuk mendapatkan berkat Tuhan untuk panen yang lebih baik. Pasola secara harfiah berarti "permainan perang." Terjadi di antara dua kelompok pria yang mengenakan kostum tradisional, memegang tombak kayu tumpul saat menunggangi kuda mereka. Anda dapat menikmati ritual ini bersama dengan orang banyak di ruang publik terbuka.

Fahombo Batu (Pulau Nias): Melompati Batu-Batu Besar


Fahombo Batu (stone jumping) adalah fitur budaya Pulau Nias. Ini dilakukan oleh seorang pria muda yang mengenakan kostum tradisional dengan baik. Dia harus melompati piramida batu bertumpuk setinggi 2 meter (6,5 kaki). Selama prosesi melompat, para pengunjung dapat menikmati pria yang menunjukkan keahliannya dari jarak jauh. Jika pemuda setempat dapat menantang dirinya untuk melompati batu-batu itu, itu berarti bahwa ia telah mencapai kedewasaan.

Tabuik (Sumatera Barat): Menyambut Tahun Baru Islam


Tabuik sebenarnya adalah tradisi yang terkait agama di Sumatera Barat. Ini bertujuan untuk menyambut Muharam, bulan pertama tahun Islam. Penduduk setempat membawa Tabuik (benda berbentuk peti berwarna-warni yang terbuat dari rotan dan bambu) dan mengapung di laut. Ini juga memperingati kematian cucu Muhamad bernama Hasan dan Husain. Tradisi ini adalah campuran praktik budaya antara orang Tamil dan Minang.

Bakar Batu (Papua): Memasak Dengan Batu Panas


Bakar Batu sebelumnya hanya sekedar memasak ritual batu panas untuk orang Papua. Sekarang, bukan hanya memasak tetapi juga festival untuk perayaan seperti pernikahan, melahirkan, atau acara publik. Bakar Batu memiliki sifat syukur yang sangat simbolis dan bertujuan untuk memperkuat hubungan. Semua penduduk desa berkumpul, menyalakan api di batu bertumpuk, dan memasak ubi jalar atau babi hutan yang dibungkus dengan daun pisang. Akhirnya, mereka makan makanan ini bersama.
 

Ketik dan Tekan Enter Untuk Mencari!