Loading...

Jam Tangan Unik Ini Laku Seharga Rp 57 Miliar, Apa Sih Keistimewaannya?

- November 27, 2018

Terlucu.com - Sekarang coba deh bayangkan, bagaimana rasanya mengenakan jam tangan seharga beberapa unit mobil Ferarri? Mungkin terdengar mustahil, namun faktanya hal ini benar-benar terjadi.
Di sebuah acara pelelangan Sotheby, yang diselenggarakan di Janewa, Swiss. Jam tangan dengan harga yang begitu fantastis baru saja laku terjual. 

Si pemilik harus menyiapkan budget yang tidak sedikit, agar bisa mengenakan jam tangan itu di pergelangan tanggannya. Budget itu sebesar 3,9 juta franc atau setara Rp 57,1 miliar. Wow, benar-benar harga yang amazing!

Untuk mendapatkannya juga bukan perkara yang mudah. Sebab, si pembeli harus ikut bersaing dengan 900 orang lain dari 54 negara yang juga tertarik dengan jam tangan tersebut. 

Jam tangan yang harganya fantastis itu memiliki julukan The Asprey 

Jam tangan mewah ini bermerek Patek Philippe. Jam tangan yang bereferensi model 2499 ini juga dikenal sebagai The Asprey. 

Arloji besutan Swiss ini dibuat pada tahun 1952, yang dibekali fitur perpetual calender atau kalender abadi. Empat tahun kemudian, The Asprey dijual di London, Inggris. 

Ini adalah jam tangan dengan kronograf kalender abadi. Apa itu Kronograf? Kronograf sendiri merupakan penanda sebuah arloji, ia berfungsi untuk menunjukkan waktu dan stopwatch. 

Sudah tidak bisa dipungkiri lagi, apabila kronograf buatan Swiss memang dikenal sebagai penunjuk waktu paling akurat di dunia. 

Keistimewaan The Asprey dibandingkan jam tangan lain

The Asprey adalah jam tangan mewah yang dibekali dengan perpetual calender. Di dunia jam tangan, perpetual calender atau kalender abadi menjadi pengoperasian jam yang dapat menyesuaikan ke dunia nyata. 

Hal ini tentu berbeda dari kalender jam biasa, yang penggunanya harus menyesuaikan tanggal secara manual, apabila jumlah hari selama sebulan kurang dari 31 hari.

Demikianlah penjelasan situs Gray & Sons, spesialis perhiasan dan jam tangan. 

Jam tangan The Asprey mempunyai case berwarna kuning emas, dengan tali gelang yang dibuat dari kulit berwarna coklat. Arloji ini mempunyai fitur berupa penunjuk stopwatch, fase bulan, dan hari.
Di acara lelang Shoteby pada 13 November 2018, di Janewa itu, The Asprey masuk sebagai salah satu bintang di antara 250 jam saku dan arloji lainnya. Jam tangan yang dilelang saat itu antara lain bermerek Rolex, Cartier, dan Vacheron Constantin.  

 “Arloji ini berada pada kondisi murni, masih belum pernah dipoles dan kualitas terbaik yang bisa ditemukan,” ujar kepala divisi jam tangan Sotheby’s, Sam Hines, seperti yang dilansir dari laman Reuters.   

Siapa yang berhasil meminang The Asprey?

Pemilik dari The Asprey sebelumnya membeli jam tangan itu di sebuah acara lelang pada tahun 2006 silam, seharga $2,21 juta AS. Saat pembukaan awal, The Asprey diprediksi laku seharga 2-4 juta USD Amerika. 

Harga pembelian jam tangan ini adalah yang paling tinggi. Orang yang berhasil meminang jam tangan mewah dan langka itu masih belum diketahui identitasnya. 

Kendati demikian, di acara lelang Sotheby kemarin, ada seorang wanita Asia muda yang duduk di bangku belakang dan mengenakan jeans sobek-sobek, terlihat sedang berbicara di telepon menggunakan bahasa China. 

Wanita itu adalah penawar jam tangan The Asprey tertinggi. Hines menuturkan, apabila pasar jam mewah klasik sekarang ini sedang digandrungi di China. 

“Kami mempunyai klien di Cina. Memang betul, dibandingkan kebutuhan, selera jadi lebih konservatif. Sehingga, jam tangan vintage sangat sesuai dengan selera terbaru” kata Sam Hines.
 

Ketik dan Tekan Enter Untuk Mencari!