Mendadak Viral, Siswa SMK Ini Bikin Surat Izin Karena Takut Operasi Zebra

- November 20, 2018

Terlucu.com - Buat kamu yang belum memiliki SIM jangan coba-coba untuk mengendarai kendaraannya dijalan raya kalau gak mau kena tilang Pak Polisi. Jadwal operasi Zebra dimulai tanggal 30 Oktober – 12 November 2018.

Bicara tentang oprasi zebra, ada siswa SMKN 2 Bojonegoro bernama Bagas Rama Andistha memohon agar diizinkan tidak masuk sekolah dengan alasan darurat, tak lain hanya untuk menghindari razia Polisi.

Berikut bunyi surat izin yang ditulis Bagas:

Mojosari, 6 – 11 – 2018

Kepada Yth

Bapak/Ibu guru wali kelas

X – Pengelasan


Dengan Hormat

Dengan ini saya wali murid dari :

Nama : Bagas Rama Andhista

Siswa : X- Tekhnik Pengelasan SMKN 2 Bojonegoro

Memberitahukan bahwa anak saya tersebut tidak dapat mengikuti pelajaran seperti biasa. Pada hari ini Selasa 6-11-2018. Dikarenakan adanya operasi zebra di Jetak-Bojonegoro. Demikian surat ini saya buat, atas perhatian bapak/ibu saya ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
 
NUNIK

Waktu itu Kakak bagas bertugas mengantarkan surat itu kepada walikelasnya. Tak disangka gara-gara surat izin tersebut malah membuat bagas menjadi viral di media sosial. Sang Ibu (Nunik) bercerita bahwa yang menulis surat izin adalah bagas namun seizin dirinya.

Saya mah cuma tanda tangan atuh, eh gak nyangka kalau sekarang malah jadi viral sampai-sampai pak polisi datang Silatuhrami ke rumah, imbuh Nunuk.
Dirinya berkata jujur kalau Bagas anak kesayangannya tersebut memang difasilitasi sepeda motor untuk keperluan sekolah. Mengingat jarak rumahnya ke sekolah yang mencapai 15 km. Bagas biasanya juga pergi sekolah boncengan berdua dengan temannya, pungkas Nunik dengan lugasnya.

Polantas Polres Bojonegoro bersama anggotanya ahirnya bersilaturahmi ke rumah Bagas semenjak pemberitaan bagas tak masuk sekolah karena takut operasi zebra ramai diperbincangkan di media sosial.

“Kami bersama tim hari ini silaturahmi ke pihak keluarga dan sekolah, menerangkan jika tidak ada alasan untuk tetap mengendarai motor saat pergi sekolah karena belum waktunya, imbuh Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto secara terpisah.
 Aris juga menegaskan selain karena para pelajar dianggap belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor, ada niat tulus dari Polisi sengaja melarang mereka membawa sepeda motor ke sekolah karena rasa sayang kepada anak-anak.
 
Kan ada kendaraan umum serta Satlantas ada program Cah Jos di mana ada mobil standby di terminal yang bisa mengantarkan siswa yang turun dari angkutan umum untuk diantar menuju sekolah. Di samping itu, Aris juga berharap ke depannya Pemkab Bojonegoro juga menyediakan bus sekolah untuk memfasilitasi anak-anak yang berdomisili jauh dari sekolah seperti yang dialami Bagas.

Sementara itu, pihak sekolah berterima kasih atas penjelasan yang terarah dan solusi jalan keluarnya. Wakil kepala sekolah Bapak Totok berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan tidak ada lagi surat izin tidak masuk sekolah dengan alasan takut razia polisi ataupun takut ditilang polisi.
 

Ketik dan Tekan Enter Untuk Mencari!